Mika dan Lika


Mikail baru saja selesai melaksanakan kewajibannya di kamar mandi saat dering hpnya berbunyi. Wajahnya membuncah senyum usil kala melihat nama pengirimnya, Lika.
         “Woy, Mik. Kamu balik dari Aussie kok nggak bilang-bilang.” Seruduk Lika dengan suara oktaf tinggi.
           Mikail tertawa, “Lah, untuk apa juga coba kabarin kamu kalo aku pulang? Buktinya baru sejam aku di Indonesia. Kamu udah tahu.”
             “Uuuu, dasar. Eh, besok kita ketemuan yuk. Di tempat biasa aja. Kangen nih, sudah satu tahun kita nggak ketemuan.”
                “Barusan aku mau bilang gitu. Kamu udah bilang duluan. Huffet.”

Idul Adha Kelabu

                Malam itu, lepas salat Isya. Gema takbir mengiringi Idul Adha yang akan jatuh pada hari esok. Sayangnya, takbir meriah itu tak mampu merubah takdir kelabu Asyaf. Ia tersenyum pada semua orang di masjid, ia lantang mengikuti takbir. Namun jangan tanya apa yang ia rasakan di dalam hati. Niscaya kamu akan menangis jika mengetahui.

The One that Got Away

It is not that I am waiting for you, keeping up the rubble of our dreams and waiting for you to come back. It is not that I keep you in my pray and whisper God to make it true. It is just, it is just not easy to leave those beautiful moments. To flush away the old routine when you are my daily life. As you left my side, your shadow remains here. Haunting me anytime, anywhere she likes. Following me into my dreams.
I remember one of my dreams about you. It is the latest one. I was busy, I was doing some work at that time. Then suddenly you came out of nowhere, I couldn’t see your face clearly. But I know you were smiling at me,
“Don't you miss me?”
That was the first sentence that came out from your lips. I was paralyzed.
Aren’t you counting? It’s almost a year I live without you. I broke all the contacts. I shut my eyes from everything that could remain me of you.
And of course. I do miss you. All the time.

Lala dan Ayahnya



"Nggak jadi? Lala udah rindu banget, Fan. Jadi kapan kamu bisa ke sini?”
“Sabar ya, sayang. Kerjaan di kantor tinggal dikit. Besok InsyaAllah aku nyusul ke sana.”
“Oke dah, jangan diingkari ya janjinya, minggu ini harus jadi minggu yang memorable untuk kita.”
“Sip pak imam, sudah dulu ya, salam sayang buat Lala.”

Romeo dan Juliet *Cerpen Biologi


      Alkisah pada suatu hari, ada seorang lelaki akibat, diakibatkan kecerobohannya memakan Batagor pedagang jalanan dengan memakai tangan telanjang, padahal sebelumnya dia habis buang air besar dan belum cuci tangan pake sabun (iyuhhh :p). Maka masuklah sebuah virus berstruktur sempurna kedalam tubuhnya, emmm, kita anggap saja nama virus itu Romeo -_-.
      Okay, from now on, The Romeo’s journey inside the human body begins! xD